Top 5 Mobile App Development 2018

April 03, 2018
Tantangan sebagai mobile app developer adalah bagaimana membuat aplikasi mobile dengan cepat, efisien dan mudah diintegrasikan antar platform yang berbeda misalnya android dan ios. Cross-platform frameworks menawarkan kepada para pengembang dengan tools yang mudah, bahasa yang banyak digunakan oleh para pengembang, dan tampilan yang elegan untuk meningkatkan produktifitas karena hanya dengan satu kode program dapat membuat aplikasi android dan ios tanpa harus membuat code yang terpisah antar platform tersebut.

Rahmat Siswanto - Top 5 mobile app development 2018

Terdapat begitu banyak mobile app development framework diluar sana, pertanyaannya adalah framework mana yang paling cocok untuk kamu? Untuk menjawab pertanyaan itu saya sudah merangkum 5 framework terbaik saat ini untuk kamu coba

Lima (5) Mobile App Development Terbaik 2018

1. Flutter

Flutter diperkenalkan pada tahun 2017 dalam event Google I/O. Ya benar, flutter adalah mobile app development buatan raksasa internet Google. Flutter adalah mobile UI framework buatan Google untuk membuat native interface yang high-quality pada android dan ios dalam waktu singkat. Flutter terintegrasi dengan development tools populer seperti android studio, visual studio code, xcode dan IntelliJ IDEA.



Rahmat Siswanto Flutter logo
Flutter.io
Flutter menggunakan dart sebagai bahasa app developmentnya, namun kamu tidak perlu hawatir karena google memiliki dokumentasi yang lengkap. Bagian yang menarik adalah Flutter menawarkan native performance untuk android dan ios yang artinya semua widget yang menjadi persoalan pada banyak cross-platform framework sebelumnya seperti scrolling menjadi lebih lanjar seperti menggunakan native code.

2. React Native

React Native adalah mobile app development framework buatan raksasa Facebook dan sudah digunakan di hampir semua aplikasi mobile milik facebook seperti facebook app dan instagram. 

Rahmat Siswanto React Native logo
React Native


Menggunakan React Native kamu bukan membuat "mobile web app", "HTML5 app" atau "Hybrid app" kamu membuat sebuah aplikasi yang tidak ada bedanya dengan membuat aplikasi yang menggunakan Objective-C atau Java. React Native menggunakan fundamental UI building block yang sama dengan aplikasi android dan ios pada umumnya. Bahasa yang digunakan adalah javascript yang dikombinasikan dengan react.

3. Native Script

Native script adalah open source framework untuk membuat mobile app native dengan menggunakan angular, typescript, vue atau javascript. Native script merender javascript menjadi native code dimana dengan native code memberikan keuntungan yang besar dalam hal daya dan performa pada aplikasi.

Native Script

Native script memiliki ratusan plugin dan mudah dipelajari dan cross-platform, kamu dapat membuat aplikasi android dan ios hanya dengan satu code.

4. IONIC Framework

Ionic adalah salah satu mobile app development framework yang populer dan sudah ada belum Fluter, React Native dan Native Script diluncurkan. Sebagai salah satu "veteran" IONIC cukup powerfull karena dengan satu kode program kamu dapat membuat web progresive app, android, ios, dan windows phone.

IONIC Framework
Menggunakan Ionic kamu juga dapat mengakses native sensor mulai dari fingerprint sampai kamera karena Ionic memiliki ekosistem yang kuat dan didukung dengan banyak plugins. Ionic dibangun menggunakan cordova dengan bahasa developmentnya adalah javascript dan typescript.



5. Xamarin

Xamarin adalah mobile app development dari Microsoft yang menawarkan native user interface (UI), akses ke native API. Berbeda dengan semua mobile app development yang ada pada daftar ini yang menggunakan javascript, aplikasi yang dibuat pada Xamarin menggunakan bahasa C#.

Xamarin

Semua yang bisa dilakukan menggunakan Objectve-C, Swift atau Java dapat dilakukan dengan C# menggunakan Xamarin.

1 comment:

Powered by Blogger.